Tuesday, October 16, 2012

10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah - Hari ini kemungkinan besar adalah hari terakhir bulan Dzulqa'dah 1432 H. Esuk hari, Jum'at (28/10) diprediksi oleh NU dan Muhammadiyah sebagai tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H, yang berarti 10 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada tanggal 6 Nopember 2011. Untuk memastikan, nanti malam Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat guna menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H tersebut.

Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Terutama, pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah itu. Setidaknya, ada 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah sebagai berikut :

1. Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang mulia dan barakah
Keutamaan pertama dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, bahwa waktu itu adalah waktu yang mulia dan barakah.

Bukti kemuliaan ini adalah sumpah Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an al-Karim.

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar, dan malam yang sepuluh (QS. Al-Fajr: 1-2)

“Wa layaalin ‘asr (dan malam yang sepuluh)," kata Imam al-Thabari dalam tafsirnya,"adalah adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli tafsir.”

Ibnu Katsir juga menjelaskan hal yang sama dalam tafsir Qur'anil adhim. “Dan malam-malam yang sepuluh," tulisnya, "adalah sepuluh (hari pertama) Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.”

2. Amal pada Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah paling dicintai Allah
Keutamaan kedua dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, bahwa amal di waktu itu paling dicintai Allah Ta'ala.

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

3. Haji dilakukan dalam waktu itu
Keutamaan ketiga dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, bahwa di waktu itulah disyariatkan Ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima.

4. Di dalamnya ada hari Arafah
Keutamaan keempat dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, pada waktu itu ada hari Arafah, yaitu jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari itu jama'ah haji diwajibkan melakukan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. Sedangkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji disunnah melakukan puasa arafah yang keutamaannya dapat menghapus dosa selama dua tahun.

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)

5. Pahala Amal di Hari-hari itu dilipatgandakan
Keutamaan kelima dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, amal-amal pada hari itu dilipatgandakan pahalanya, baik amal di siang hari maupun amal di malam hari.

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِى الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

Tentu saja, ada pengecualian untuk puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah karena pada hari itu diharamkan berpuasa.

6. Keistimewaan membaca tahlil, takbir dan tahmid
Keutamaan keenam dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, istimewanya waktu itu untuk membaca tahlil, takbir dan tahmid sehingga Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperbanyaknya.

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Tidak ada hari-ahri yang dianggap lebih agung oleh Allah SWT dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana hari pertama hingga kesepuluh Dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid. (HR. Ahmad)

7. Di dalamnya ada Idul Adha
Keutamaan ketujuh dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, pada akhir waktu itu yaitu tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari raya Idul Adha yang merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Islam.

8. Di dalamnya disyariatkan ibadah udhiyah (berkurban)
Keutamaan kedelapan dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, disyariatkannya ibadah udhiyah. Yaitu menyembelih kurban -baik unta, sapi atau kambing- yang dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah itu.

9. Disyariatkannya Takbir Muthlaq
Keutamaan kesembilan dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah disyariatkannya takbir muthlaq (setiap saat) dan muqayyad (setelah shalat fardhu). Kesempatan bertakbir ini jauh lebih panjang daripada Idul Fitri.

Ibnu Taimiyah dalam majmu' Fatawa menjelaskan, "Hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq ( tanggal 11,12,13 Dzulhijjah), dilakukan setiap selesai mengerjakan shalat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar untuk shalat Id. Ini merupakan kesepakatan para imam yang empat".

10. Berkumpulnya Induk-induk Ibadah
Keutamaan kesepuluh dari 10 Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah berkumpulnya induk-induk ibadah pada waktu itu. Sebab inilah yang menjadikan 10 hari pertama bulan Dzhulhijjah begitu istimewa.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”

Sunday, October 14, 2012

waw pahanya mulus

waw pahanya mulus

polwan sexy

Srikandi-srikandi di jajaran National Traffic Management Centre (NTMC) Polda Metro Jaya inilah yang mengabarkan arus lalu lintas Jakarta.




Di antara polisi-polisi cantik tersebut terdapat, Brigadir Avvy Olivia.



Brigadir Avvy Olivia (kiri), Briptu Eka Frestya dan Inspektur Eny Kuswidiyanti Regama (kanan) mungkin sudah tidak asing lagi karena kerap tampil di sebuah stasiun televisi untuk mengabarkan arus lalu lintas Jakarta.



Brigadir Handayani saat tengah bertugas 27 Fabruari lalu.



Sebelum bertugas, wajah perlu dipercantuik terlebih dahulu.









polwan sexy

Penikung.com - Srikandi-srikandi di jajaran National Traffic Management Centre (NTMC) Polda Metro Jaya inilah yang mengabarkan arus lalu lintas Jakarta.




Di antara polisi-polisi cantik tersebut terdapat, Brigadir Avvy Olivia.



Brigadir Avvy Olivia (kiri), Briptu Eka Frestya dan Inspektur Eny Kuswidiyanti Regama (kanan) mungkin sudah tidak asing lagi karena kerap tampil di sebuah stasiun televisi untuk mengabarkan arus lalu lintas Jakarta.



Brigadir Handayani saat tengah bertugas 27 Fabruari lalu.



Sebelum bertugas, wajah perlu dipercantuik terlebih dahulu.









imoet




si sexy lg masak


Thursday, October 11, 2012

Nabi Pembawa Rahmat

Rasul Rahmatan LIl 'Alamin
Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam dan misi yg diembannya adalah dalam rangka mewujudkan kasih sayang “rahmatan lil ‘alamin” utk semua umat manusia, muslim dan non muslim. QS. Al-Anbiya’:107.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (١٠٧)
107. dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Ketika para sahabat meminta Nabi Muhammad berdoa untuk kehancuran kaum kafir, beliau menjawab: “Saya tidak diutus untuk melaknat akan tetapi saya diutus sebagai pembawa kasih sayang.”
Kasih sayang yang dibawa Nabi tidak hanya untuk keluarga atau keterunannya akan tetapi untuk semua manusia: “Kalian tidak mencapai derajat iman sejati sampai kalian saling mencintai. Maukah kamu aku tunjuki perbuatan yang bisa menjadikan kalian saling mencintai? ‘Tebarlah salam di antara kalian. Demi Allah kalian tidak masuk surga kecuali kalian saling berkasih sayang.”
Kasih sayang untuk semua makhluk yang berada di atas bumi. “Orang yang mengasihani akan dikasihi Ar-Rahman. Kasihilah orang yang berada di bumi, maka Dzat yang di langit akan mengasihi kalian.”
Bahkan saat perang sekalipun, di saat perang Uhud, rasul terluka berdarah-darah, giginya rompal, kakinya berdarah, ketika para sahabat menyarankan agar Nabi berdoa kehancuran bagi kafir Quraisy. Tapi justeru Nabi berdoa, “Ya Allah, beri petunjuk mereka karena mereka tidak mengetahui.” Bahkan ketika Malaikat gunung menawarkan kepada Nabi agar gunung tersebut ditimpakan kepada mereka, Nabi menolak dan malah berharap agar kelak dari keturunan mereka menjadi generasi yang beriman.
Kasih sayang Nabi terbukti saat kekuasaan di depan mata, ketika Fathu Makkah. Nabi bertanya kepada kaum kafir Quraisy, “Menurut kalian apa yang akan saya perbuat terhadap kalian? Mereka menjawab serentak, “Engkau akan berbuat baik kepada kami, karena engkau saudara mulia kami, putra dari saudara mulia kami. Maka Nabi mengatakan; “Kalian boleh pergi, kalian bebas. Tidak ada ketakutan bagi kalian semenjak hari ini. Semoga Allah mengampuni saya dan kalian.”
Sebagaimana pondasi dan penopang rumah tangga adalah cinta dan kasih sayang. QS. Ar-Rum:30.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)
21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (٢٤)
24. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Bahkan terhadap pembantu sekalipun. Rasul bersabda; “Jangan membebani mereka di luar kemampuan mereka. Jika kalian memberi tugas, maka bantu mereka untuk menyelesaikannya. Beri makan dari apa yang kalian makan. Beri pakaian seperti yang kalian pakai.”
Masyarakat yang dibangun Nabi adalah masyarakat yang pondasi dasarnya adalah kasih sayang baik sebagai umat islam:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٧١)
71. dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. At-Taubah.
Terhadap non-muslim. Allah berfirman:
لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (٨)
8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. QS. Al-Mumtahanah.
Nabi Anjurkan Mengasihi Binatang
Kasih sayang itu tidak hanya untuk manusia, tapi bagi binatang. Nabi bersabda; “Kambing jika kamu kasihi -saat disembelih- maka Allah akan mengasihi kamu.”
Allah memasukkan seseorang ke surga gara-gara anjing. “Seseorang melihat anjing mengulurkan lidahnya kehausan, kemudian dia mengambil sepatunya untuk diisi air dan memberinya minum. Maka Allah berterima kasih kepadnya dan memasukkannya ke surga.”
“Seorang perempuan masuk neraka gara-gara kucing. Ia ikat kucing itu tidak diberi makan dan tidak dibiarkan untuk mencari makan sendiri.”
Nabi mengasihi pelepah kurma basah ketika ia merintih. Sebelumnya Nabi pegang pelepah itu saat khutbah, ketika beliau dibuatkan mimbar dan beralih ke mimbar saat khutbah, pelepah tersebut merintih, maka Nabi mendekati dan mengusapnya dengan tangannya, kemudian ia tidak lagi merintih lagi.”
Hadits-hati yg semisalnya banyak sekali semua menegaskan bahwa Allah wt. mengutus Nabi Muhammad saw. sebagai hadiah bagi siapa saja yang ada di muka bumi. Nabi bersabda; “Saya ini hanya pembawa kasih sayang dan pemberi petunjuk.” Ini merupakan nikmat yang Allah swt. karuniakan untuk alam semesta ini; jin, hewan, burung dan semua makhluk. Oleh karena itu setiap orang yang melanjutkan misinya hendaknya membawa rahmat bagi alam semesta.
Nabi Pelita Hati
Allah menciptakan alam semesta untuk manusia. Allah swt. menjadikan matahari di alam semesta ini bersinar. Menjadikan bulan bercahaya. Cahaya dan sinar tersebut berimbang dan semua manusia mengambil manfaatnya.
Allah swt. memilih Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul agar menutup misi para nabi dan rasul, agar menjadi pelita bagi hati dan menyinari manusia dengan cahanyanya.
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٢٢)
122. dan Apakah orang yang sudah mati kemudian Dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu Dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. QS. Al-An’am
Ujian Paling Berat Mendengar Hinaan
Ujian dan cobaan adalah aksiomatik, pasti ada. Maha Benar Allah ketika Berfirman:
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ (١٨٦)
186. kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk urusan yang patut diutamakan.QS: Ali Imran
Allah mengkhususkan mendengar cacian, padahal sebenarnya ia termasuk dalam cobaan secara umum. Karena cacian dan hinaan itu di hati lebih menyakitkan dibandingkan rasa sakit secara fisik. Nabi sendiri sepanjang hidupnya mendapatkan cacian tersebut; beliau dituduh tukang sihir, penyair, gila, dukun, … Namn beliau sabar dan memaafkan. Beliau lakukan itu agar:
Pengikutnya belajar sabar dan tegar dalam memikul dakwah. “Jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk urusan yang patut diutamakan.”
Agar pengikutnya mengetahui apa yang menimpa mereka boleh jadi karena penyimpangan atau keteledoran atas perintah rasul, karena mereka tidak mengagungkan dan menghormatinya sebagaimana mestinya. Allah mengingatkan:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٦٣).
63. Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Perang Uhud sebagai bukti, karena keteledoran dan ketidak taatan pasukan pemanah yang turun dari “Jabal Rumah” dan mengambil rampasan perang.
Nabi bersabda;
Mayoritas umat Islam lalai dan bergelimak maksiat dan dosa, mereka meninggalkan kewajiban. Allah berfirman;
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا (٥٩)
59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan. QS. Maryam.
Kewajiban Muslim Membela Nabi
Pertama, Berpegang teguh dengan agama Allah dan tidak cerai berai.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا (١٠٣)
103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. QS. Ali Imran.
Kedua, Meneladani Nabi dalam setiap jenak kehidupannya.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. QS. Al-Ahzab.
Ketiga, Menjaga pelaksanaan shalat. Pelaksanaan shalat yang di dalamnya mengkondisikan pelakunya untuk merasa diawasi oleh Allah swt. dan serasa menemani Rasul ketika sedangg membaca “assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh”. Perdamainan atau as-salam tidak akan mewujud jika bukan dari orang yang sadar atas apa yang diucapkan dalam shalat tersebut.
Keempat, Mengekspresikan kemarahan sesuai dengan akhlak Nabi, yaitu tidak mencaci, menghina, tidak melempar batu, tidak merusak, tidak membakar fasilitas umum dan instansi pemerintah, karena itu semua justeru memperburuk citra Islam yang damai.
Kelima, Setiap muslim hendaknya menjelaskan peri kehidupan Nabi kepada orang disekitarnya. Agar mereka membuktikan kepada manusia nilai-nilai keadilan, kebebasan, kemuliaan, toleransi sehingga dunia melihat pengikut Nabi sebagai orang-orang mulia, terhormat dan penebar kasih sayang terhadap semua manusia.
Keenam, Mempersiapkan segenap kekuatan. Kekuatan yang paling utama adalah kekuatan iman, kemudian kekuatan persatuan dan kekuatan fisik atau materi dan persenjataan.
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ (٦٠)
60. dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). QS. Al-Anfal.
Karena dengan kekuatan tersebut umat Islam memiliki ‘haibah’ atau wibawa di mata umat lain sehingga tidak mudah dilecehkan.
Ketujuh, Agar kita objektif. Tidak menudih saudara kita Nahsrani Koptik sebagai penyebab penistaan dan pembuat onar.
أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ (٦٤)
64. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. Al-Maidah.
Rasul Pembawa Rahmat dan Hidayah
Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam dan misi yg diembannya adalah dalam rangka mewujudkan kasih sayang “rahmatan lil ‘alamin” utk semua umat manusia, muslim dan non muslim. QS. Al-Anbiya’:107.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (١٠٧)
107. dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Ketika para sahabat meminta Nabi Muhammad berdoa untuk kehancuran kaum kafir, beliau menjawab: “Saya tidak diutus untuk melaknat akan tetapi saya diutus sebagai pembawa kasih sayang.”
Kasih sayang yang dibawa Nabi tidak hanya untuk keluarga atau keterunannya akan tetapi untuk semua manusia: “Kalian tidak mencapai derajat iman sejati sampai kalian saling mencintai. Maukah kamu aku tunjuki perbuatan yang bisa menjadikan kalian saling mencintai? ‘Tebarlah salam di antara kalian. Demi Allah kalian tidak masuk surga kecuali kalian saling berkasih sayang.”
Kasih sayang untuk semua makhluk yang berada di atas bumi. “Orang yang mengasihani akan dikasihi Ar-Rahman. Kasihilah orang yang berada di bumi, maka Dzat yang di langit akan mengasihi kalian.”
Bahkan saat perang sekalipun, di saat perang Uhud, rasul terluka berdarah-darah, giginya rompal, kakinya berdarah, ketika para sahabat menyarankan agar Nabi berdoa kehancuran bagi kafir Quraisy. Tapi justeru Nabi berdoa, “Ya Allah, beri petunjuk mereka karena mereka tidak mengetahui.” Bahkan ketika Malaikat gunung menawarkan kepada Nabi agar gunung tersebut ditimpakan kepada mereka, Nabi menolak dan malah berharap agar kelak dari keturunan mereka menjadi generasi yang beriman.
Kasih sayang Nabi terbukti saat kekuasaan di depan mata, ketika Fathu Makkah. Nabi bertanya kepada kaum kafir Quraisy, “Menurut kalian apa yang akan saya perbuat terhadap kalian? Mereka menjawab serentak, “Engkau akan berbuat baik kepada kami, karena engkau saudara mulia kami, putra dari saudara mulia kami. Maka Nabi mengatakan; “Kalian boleh pergi, kalian bebas. Tidak ada ketakutan bagi kalian semenjak hari ini. Semoga Allah mengampuni saya dan kalian.”
Sebagaimana pondasi dan penopang rumah tangga adalah cinta dan kasih sayang. QS. Ar-Rum:30.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)
21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (٢٤)
24. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Bahkan terhadap pembantu sekalipun. Rasul bersabda; “Jangan membebani mereka di luar kemampuan mereka. Jika kalian memberi tugas, maka bantu mereka untuk menyelesaikannya. Beri makan dari apa yang kalian makan. Beri pakaian seperti yang kalian pakai.”
Masyarakat yang dibangun Nabi adalah masyarakat yang pondasi dasarnya adalah kasih sayang baik sebagai umat islam:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٧١)
71. dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. At-Taubah.
Terhadap non-muslim. Allah berfirman:
لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (٨)
8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. QS. Al-Mumtahanah.

SIKAP RESMI IKHWANUL MUSLIMIN DALAM MASALAH PEREMPUAN

SIKAP RESMI IKHWANUL MUSLIMIN DALAM MASALAH PEREMPUAN

(Diterjemahkan dari kitab Ar-Ru’yah Asy-Syamilah lil Ikhwanil Muslimin, bab Al-Ikhwan dan Masalah Perempuan)

Pendapat Syaikh Qardhawy dalam masalah wanita tidak berbeda jauh dengan sikap resmi Jama’ah Ikhwan terhadap wanita, yang sikap tersebut telah ditulis dan dipublikasikan oleh jama’ah IKHWAN dalam kitab Ar-Ru’yah Asy-Syamilah/ Visi Komprehensif, dan bukan sekedar cuplikan dari pendapat si fulan dan si fulin.

Dan sikap Syaikh Al-Qaradhawy tersebut bukan tanpa didukung dalil yang kuat dan memadai, sama sekali jauh dari tuduhan sebuah media yang “katanya” Islami yang menuduh sikap tersebut sebagai kontroversial dan menuduh yang mengikutinya sebagai “Melegitimasi Syahwat Kekuasaan”, padahal media tersebut paling tinggi penulisnya baru Lc, masih jauh panggang dari api bila disandingkan dengan tokoh sekaliber Syaikh Al-Qaradhawy.

Untuk itu maka disini saya tuliskan secara lengkap dan bersambung (bukan mencuplik sana dan mencuplik sini, sesuai syahwat insilakh mereka), yaitu 1 bab dari Sikap Resmi AL-IKHWAN dalam masalah Perempuan, sebagai berikut:

Masalah perempuan

Islam memandang bahwa di dalam diri laki-laki dan perempuan terdapat esensi insani, kesatuan ciptaan, kesamaan kehormatan, kemanusiaan, dan tanggungjawab. Karena perempuan adalah belahan dari laki-laki, dan prinsip yang berlaku di dalam hukum-hukum syari’at adalah kesamaan antara keduanya, kecuali dalam hal-hal yang dikecualikan oleh Syari’, dan itu sedikit jumlahnya. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanyalah perbedaan tugas. Merawat keluarga menjadi tugas pokok terpenting bagi wanita.

Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan kedudukan wanita di dalamnya. Bila ada kelebihan waktu dan tenaga, maka masyarakat punya hak atas wanita, dan wanita punya kewajiban untuk berpartisipasi bersama laki-laki. Ini adalah kewajiban yang terbatas ruangnya sesuai perbedaan kondisi wanita, kondisi masyarakat, dan fase-fase perkembangan masyarakat.

Hubungan antara laki-laki dan perempuan adalah hubungan komplementasi, bukan hubungan perseteruan. Hak-hak wanita telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan sesuatu yang dirampas dari laki-laki. Pilar keluarga muslim adalah cinta, kasih sayang, dan saling menghormati. Ketika sebuah keluarga kehilangan cinta, kasih sayang, dan sikap saling menghormati, serta sulit terjalin hubungan dengan cara yang baik di dalamnya, maka cerai dari pihak laki-laki atau khulu’ dari pihak perempuan menjadi rahmat karena ia bisa menghindarikan pengaruh-pengaruh negatif dari suami istri.

Partisipasi perempuan dengan laki-laki di berbagai lapangan kehidupan merupakan perkara wajib untuk menjalankan tugas masing-masing dalam kehidupan. Islam tidak melarang keterlibatan ini, namun Islam mewarnainya dengan etika-etika syar’i, sebagaimana Islam mewarnai seluruh bidang kegiatan sosial dengan etika-etika syar’i. Dari sini, masalah-masalah busana, hijab, dan etika partisipasi sosial merupakan perkara-perkara yang menjaga dan melindungi aktivitas kaum perempuan, bukan menghalanginya.

20 th+ pic