Monday, September 10, 2012

Resolusi Kencan Agar Tak Jomblo Lagi Tahun Ini

Punya pacar baru ada dalam daftar resolusi Anda tahun ini? Jangan dulu memikirkan apakah kencan akan berhasil atau hal-hal apa yang harus dilakukan agar menarik perhatian pasangan kencan. Hal paling penting saat membuat resolusi kencan adalah, mulai dengan membangun kualitas diri sendiri. Jane Atkinson, penulis 'The Frog Whisperer and The Frog Whisperer Journal' memberikan tips untuk membantu Anda sukses dapatkan kekasih lewat temu kencan, seperti dikutip dari She Knows.

1. Tampil Menawan.
Tampil menawan bukan hanya soal fisik yang rupawan, tapi bagaimana Anda bisa membawa diri. Saat berkencan, Anda pasti ingin tampil sebaik mungkin baik secara outer dan inner. Agar kencan sukses, pilihlah waktu dimana Anda sedang dalam mood dan kepercayaan diri terbaik. Jika Anda merasa stres dan kesal karena program penurunan berat badan tak kunjung berhasil, maka jangan buru-buru janji kencan di saat itu. Tunggulah hingga Anda merasa sedang dalam penampilan terbaik. Ini bukan berarti Anda harus menurunkan dulu beberapa kilogram berat badan hanya untuk berkencan. Tapi intinya, seseorang akan terlihat lebih menarik ketika dia memiliki pikiran yang positif. Ketika Anda melangkah di ruangan dengan bahasa tubuh yang positif, otomatis Anda sudah menyatakan pada seluruh orang di ruangan tersebut, 'Ya, Saya memang menawan dan siap bertemu pria idaman!'

2. Tunjukkan Kebahagiaan.
Jangan tunggu orang lain membahagiakan Anda, tapi buat bahagia diri Anda sendiri dulu. Lakukan segala cara untuk membuat Anda bahagia. Dengan begitu, Anda tak perlu lagi bergantung pada orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan. Malah, mungkin justru Anda yang bisa memberi rasa bahagia kepada orang lain, yang tidak lain adalah teman kencan. Memberi lebih baik daripada menerima bukan? Tapi perlu diingat, jangan sampai terjadi kondisi yang timpang atau berat sebelah. Artinya, jangan selalu Anda yang memberi kebahagiaan, ciptakan selalu hubungan yang seimbang.

3. Lupakan Masa Lalu.
Anda akan melangkah ke masa depan, jadi pastikan Anda telah membuang masa lalu yang menyakitkan, termasuk bayangan mantan kekasih. Apakah Anda ingin menghabiskan sisa hidup Anda untuk menangisi mantan kekasih? Tentunya Anda menginginkan kehidupan yang lebih baik. Untuk itu segeralah bangkit dari keterpurakan. Mulailah melakukan evaluasi terhadap hubungan Anda yang telah kandas. Cobalah mengingat- ingat, apakah hubungan telah berjalan seimbang. Jika Anda merasa melakukan kesalahan, bukan berarti Anda harus terus- menerus menyalahkan diri sendiri. Jadikanlah pengalaman ini sebagai pelajaran, untuk tidak melakukan hal yang sama di hubungan yang berikutnya.

4. Santai Saja.
Saat memasuki dunia perkencanan, jangan terlalu memaksakan diri. Kencan tidak selalu berakhir dengan terciptanya jalinan asmara. Nikmati saja kebersamaan dengan teman kencan Anda. Soal lanjut atau tidaknya hubungan, itu bisa dipikirkan nanti. Yang terpenting adalah bagaimana Anda menghadapi situasi yang sekarang. Dengan bersikap santai, otomatis acara kencan pun jadi lebih rileks dan nyaman. Pada akhirnya, Anda jadi lebih bisa mengekspresikan diri sendiri dan tidak akan kecewa terlalu berat apabila ternyata tidak tercipta chemistry antara kalian berdua.

Trik Internet Gratis Telkomsel Update 2012

Sett HP :
APN : telkomsel
IP : ...
PORT : 80


kalo pake hp java silahkan download Telkomsel.prov

Sett Opera Handler :
Http : http://server4.operamini.com:80
Socket : http://server4.operamini.com:80
Remove : Centang
Proxy : HTTP
Proxy server : login.facebook.com

Tips Menghadapi Cewek yang Cuek

kalo ada yang lagi ribet ama para sista-sista nya atau pacar-pacar nya yang super cuek bener nih ya sampaibrada kewalahan dan sakit sekali ama pacar tersayang nya he he he, kini Saya akan memberi suatu tips yamg saya dapatkan dari surat kabar harian/koran mengenai masalah yang dialami para kaum Brada-brada yang gagah2 dan ingin menaklukkan hati paraSista-Sista yang cantik- cantik ha ha ha ha, nggak usah takut dan bingung buat menghadapinya! Disini, ada beberapa tips yang semoga bisa berhasil yang diharapkanBrada yang tampan-tampan,

1. Sabar Dan Telaten.
Memang butuh kesabaran besar, terlebih untuk menghadapi cewek yang cuek. Tapi, selama kita melakukannya dengan tulus, pastiBrada juga bakal dapat hikmahnya.

2. Terus Percaya.

Kalo dia jarang ngasih Brada perhatian, bukan berarti dia nggak sayang sama kamu. Mungkin, dia masih sibuk dengan urusannya yang harus dia selesaikan waktu itu juga. Tapi, saya sakin dia pasti masih punya waktu buat kamu Lagian pula kan dalam suatu hubungan itu yang saling penting adalah kepercayaan dan saling menjaga. ajibbb bahasanya keren bener hiks hiks hiks

3. Jangan Ikut-Ikutan Cuek dan Kasih Perhatian lebih.

Kalo dia cuek dan Brada cuek, gimana tuh jadinya coba ? Apalagi kalo hubunganBrada itu sudah termasuk hubungan yang sangat serius dan kamu benar-benar amat teramat sayang sama dia? Biasanya cewek yang cuek nyari cowok yang bener-bener mau dingertiin dia dengan segala sikap-sikap yang dimilikinya itu. Lagi pula juga di balik kecuekkan itu, dia pasti punya sisi laen yang lembut. Brada cari ajja deh sisi lembutnya itu dari mana. nyarinya jangan kelabasan ya he he he

4. Jangan Dimarahin!

Karena percuma hasilnya. pacar kita tuh tetap akan cuek. Yang Brada dapet malah cuma capek dan ujung-ujungnya berantem. Jedoor jedoor jedoor wah jangan tembak-tembakkan ya. paling nggak enak tuh kalo lagi berantem. beneran dech suwer kesamber duiit !!! he he he

5. Coba Mempersibuk Diri.
Kita harus mempersibuk diri kita sendiri dengan banyak kegiatan. Jangan mikirin dia terus, yang ada kita malah tambah bete dan boring ajja gara-gara dicuekin emak lampir oopps sory salah nih dicuekin ama Pacar tersayang. Mending kita nyari kegiatan yang lebih berguna gitu ya maen ke tempatselingkuhan kek apa kemana lah, ooppss salah lagi bukan itu yang saya maksudya maen biliar ama sahabat-sahabat apa nggak nih ya chat atau nggak kita Blogwalking kalo brada seorang Blogger. sapa tau ada hasilnya kalo kita bisa mengembangkan hobby kita, he he he....

6. Komunikasi.

Jika Brada masih merasa risih dengan adanya sikap itu, coba dan di cobaBrada tanyakan langsung sama si dia kekasih tersayang,ceile kekasih tersayang nih biar tambah sayang agaknya he he he... tapi jangan penuh amarah, sampai- sampai muka nya merah huhft keluar asep sampe mutung wkwkwkkwwkwknggak sampe gitu juga kaleee. bakalan ribut nih kalian kalo ada sampe kaya gitu terjadilah perang dunia ke 3 lebaay banget yaaa..karena sikap seorang itu bukanlah sesuatu yang harus kita jadikan masalah. Sebab sangat sulit mengubah sikap seseorang. Apalagi kalo udah karakteristiknya.

7. Kalau Tetap Cuek?

Ya kalau emang mau putus, ya putusin saja, buat apa mempertahankan cowek yang cuek melulu, buat apa juga menjalin hubungan yang nggak sehati dan cuma bikin kita sengsara, sakit hati, dan sebagainya? Masih banyak cewek-cewek didunia ini mau apa nih semua tersedia Dewi Persik, Jessica Iskandar dllya itu sih saya rasa nggak bakal Brada dapetin iya kalo mau hi hi hi hi piss brada... teruslah semangat seperti pepatah mengatakanDunia Tak Selebar Daun Pelor eh salah kelor yang betul he he he ya nggak Brada ???

8. Kalau Nggak Mau Putus?

Coba berpikir positif aja, mungkin itu emang sudah sifat dasarnya. Toh, sifat manusia kan memang susah diubah,kalo Brada pengen merubahnya berubah lah jadi power rangers pink he he he... bercanda saja nih saya. Jadi, Brada maklumin saja. Intinya begini ya dengarkan kata hati saya berbicara, mana bisa dengar ya ahh payah nih saya wkwkwwkwkwintinya kita tuh harus banyak-banyak bersabar saja kamu.

So semoga bermanfaat ya! sebenernya semuanya itu tergantung diri Brada sendiri. Nah begitu Brada Tips-tips yang saya posting kali ini, ahh saya minum dulu nih haus nulis postingan ini sampe haus juga ya hi hi hi. oke sampai disini perjumpaan kita kali ini saya harapBrada bisa mengambil hikmah dari postingan dari saya, kalau ada yang kurang jelas silahkan isi komentar di bawah yang sudah disediakan.

Pria Tidak Tahan Pacaran dengan 3 Tipe Wanita Ini



Banyak sikap wanita yang bisa buat pria jatuh hati dan betah menjalin hubungan asmara yang cukup lama. Namun, ada juga sikap- sikap wanita yang buat pria ilfil. Sekalipun wanita tersebut cantik dan bertubuh seksi, namun jika tidak dibarengi dengan sikap dan perilaku yang tepat maka pria tidak akan tahan berpacaran lama. Seperti dilansir Ezine Articles, berikut ini tiga tipe wanita yang bikin pria tidak betah berlama-lama pacaran dengannya.

1. Terlalu Sensitif

Wanita yang terlalu sensitif membuat pria merasa serba salah. Tidak bisa menerima kritikan atau lelucon dari pasangan bisa membuat hubungan asmara tidak dapat bertahan lama. Sikap sensitif Anda juga membuat pasangan merasa malas berdekatan dengan Anda.

2. Terlalu Cemburuan

Cemburu merupakan bumbu dalam suatu hubungan. Namun, jika sudah berlebihan maka membuat jalinan asmara menjadi tidak sehat. Tanda- tanda Anda sudah terlalu cemburuan adalah setiap lima menit sekali mencoba menghubungi si dia serta menanyakan keberadaannya dan sedang bersama siapa. Anda juga sering mengecek ponsel dan akun sosial medianya. Jika ada teman yang menelepon atau memberi komentar di wall Facebook atau Twitternya Anda langsung menanyakannya. Biasanya sikap cemburuan Anda dibarengi dengan perilaku protektif yang sering melarangnya.

3. Terlalu Matrealistis

Ketidaknyamanan terburuk yang dirasakan pria adalah bila pasangannya terlalu matrealistis. Jika Anda ingin tampil cantik depan pasangan, namun selalu memanfaatkan uang pasangan tentunya Anda tidak akan terlihat cantik oleh pasangan. Membeli sepatu dan baju yang mewah tidaklah buruk, namun ada baiknya tidak bergantung pada pasangan. Sebaiknya buatlah pasangan terkesan dengan kemampuan yang Anda miliki bukan keterkaitan dan ketergantungan Anda dengan uangnya. Sesekali minta dibelikan barang memang wajar, namun jika setiap belanja Anda selalu meminta dibayarkan oleh kekasih maka si dia akan merasa dimanfaatkan oleh Anda.

Friday, September 7, 2012

Ini dia saingan baru dari Facebook

Ini dia saingan baru dari Facebook. Bedanya, kalau jejaring sosial satu ini punya satu nafas, yakni Islami, dan diberi nama Salam World, yang bermarkas di Istanbul. Menurut Brand Manager Salam World, Erol Toksoy, pihaknya tidak ingin menggantikan Facebook, namun hanya ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Para pengguna Salam World nantinya juga tetap bisa menyebarkan kegiatannya di jejaring sosial Islami itu ke jejaring sosial yang lain seperti Facebook dan Twitter. Dalam tiga tahun ke depan, Salam World, yang saat ini masih dalam versi Beta atau uji coba, menargetkan 300 juta pengguna di seluruh dunia. Pengguna Salam World ini memang dibatasi hanya untuk usia 15 tahun ke atas. Selain itu, jejaring sosial itu tidak menawarkan layanan berupa konten-konten berbahaya dan tidak pantas seperti muatan seks, obat-obatan terlarang, dan sebagainya sehingga aman untuk keluarga dan anak-anak.

Bilangan Prima dan Rencana Penciptaan

Bilangan Prima dan Rencana Penciptaan

Salah satu teka-teki lama yang belum sepenuhnya terpecahkan adalah bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, …. dan seterusnya. Banyak bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang_ Hal ini menjadi teka-teki kita, jika kita ingat bilangan ini tidak dapat dibagi oleh angka lainnya. Salah satu hal yang menakjubkan, dalam era komputer kita memberikan kodetifikasi semua hal yang penting dan rahasia, di bank, asuransi, dan perhitungan-perhitungan peluru kendali, security system dengan enkripsi, dalam angka jutaan bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi oleh angka lainnya. Ini diperlukan karena dengan penggunaan angka lain, kodetifikasi tadi dapat dengan mudah ditembus.

Fenomena inilah yang ditemukan ilmuwan dari Duesseldorf (Dr. Plichta), sehubungan dengan penciptaan alam, yaitu distribusi misterius bilangan prima. Para ilmuwan sudah lama percaya bahwa bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua makhluk (spesies) berintelegensia tinggi, sebagai komunikasi dasar antarmereka. Bahasa ini penuh misteri karena berhubungan dengan perencanaan universal kosmos.

Bilangan lain yang perlu diketahui adalah sisa dari bilangan prima, yakni bilangan komposit, kecuali angka 1, yaitu 4, 6, 8, 9,10,12,14,15, …. dan seterusnya. Dengan kata lain, bilangan komposit adalah bilangan yang terdiri dari minimal dua faktor prima. Misalnya :

6 = 2 x 3 = 2 . 3
30 = 2 x 3 x 5 = 2 . 3 . 5
85 = 5 x 17 = 5 . 17

Selain itu, dikenal pula bilangan khusus, yang disebut prima kembar, yaitu bilangan prima yang angkanya berdekatan dengan selisih 2. Misalnya :

(3,5)
(5,7)
(11,13)
(17,19)

dan seterusnya.

Mayoritas ahli astrofisika juga percaya bahwa di alam semesta terdapat “kode kosmos” atau yang disebut cosmic code based on this order, yang dikenal juga sebagai Theory of Everything (TOE), yang artinya terdapat konstanta-konstanta alam semesta yang saling berhubungan berdasarkan perintah pendesain. Sekali perintah tersebut dapat dipecahkan, maka hal ini akan membuka pandangan sains lainnya yang berhubungan.

Misteri Bilangan Lubang Hitam : 123

Misteri Bilangan Lubang Hitam : 123

 Dalam astronomi dan fisika, kita mengenal adanya suatu fenomena alam yang sangat menarik yaitu lubang hitam (black hole). Lubang hitam adalah suatu entitas yang memiliki medan gravitasi yang sangat kuat sehingga setiap benda yang telah jatuh di wilayah horizon peristiwa (daerah di sekitar inti lubang hitam), tidak akan bisa kabur lagi. Bahkan radiasi elektromagnetik seperti cahaya pun tidak dapat melarikan diri, akibatnya lubang hitam menjadi “tidak kelihatan”.

Ternyata, dalam matematika juga ada fenomena unik yang mirip dengan fenomena lubang hitam yaitu bilangan lubang hitam. Bagaimana sebenarnya bilangan lubang hitam itu? Mari kita bermain-main sebentar dengan angka.

Coba pilih sesuka hati Anda sebuah bilangan asli (bilangan mulai dari 1 sampai tak hingga). Sebagai contoh, katakanlah 141.985. Kemudian hitunglah jumlah digit genap, digit ganjil, dan total digit bilangan tersebut. Dalam kasus ini, kita dapatkan 2 (dua buah digit genap), 4 (empat buah digit ganjil), dan 6 (enam adalah jumlah total digit). Lalu gunakan digit-digit ini (2, 4, dan 6) untuk membentuk bilangan berikutnya, yaitu 246.

Ulangi hitung jumlah digit genap, digit ganjil, dan total digit pada bilangan 246 ini. Kita dapatkan 3 (digit genap), 0 (digit ganjil), dan 3 (jumlah total digit), sehingga kita peroleh 303. Ulangi lagi hitung jumlah digit genap, ganjil, dan total digit pada bilangan 303. (Catatan: 0 adalah bilangan genap). Kita dapatkan 1, 2, 3 yang dapat dituliskan 123.

Jika kita mengulangi langkah di atas terhadap bilangan 123, kita akan dapatkan 123 lagi. Dengan demikian, bilangan 123 melalui proses ini adalah lubang hitam bagi seluruh bilangan lainnya. Semua bilangan di alam semesta akan ditarik menjadi bilangan 123 melalui proses ini, tak satu pun yang akan lolos.

Tapi benarkah semua bilangan akan menjadi 123? Sekarang mari kita coba suatu bilangan yang bernilai sangat besar, sebagai contoh katakanlah 122333444455555666666777777788888888999999999. Jumlah digit genap, ganjil, dan total adalah 20, 25, dan 45. Jadi, bilangan berikutnya adalah 202.545. Lakukan lagi iterasi (pengulangan), kita peroleh 4, 2, dan 6; jadi sekarang kita peroleh 426. Iterasi sekali lagi terhadap 426 akan menghasilkan 303 dan iterasi terakhir dari 303 akan diperoleh 123. Sampai pada titik ini, iterasi berapa kali pun terhadap 123 akan tetap diperoleh 123 lagi. Dengan demikian, 123 adalah titik absolut sang lubang hitam dalam dunia bilangan.

Namun, apakah mungkin saja ada suatu bilangan, terselip di antara rimba raya alam semesta bilangan yang jumlahnya tak terhingga ini, yang dapat lolos dari jeratan maut sang bilangan lubang hitam, sang 123 yang misterius ini?

Monday, September 3, 2012

Kajian Tentang 'Memberi' atau 'Menerima Suap'

Memberi uang suap kepada qadhi atau hakim agar ia membungkam kebenaran atau memberlakukan kebatilan merupakan suatu kejahatan. Sebab perbuatan itu mengakibatkan ketidakadilan dalam hukum, penindasan orang yang berada dalam kebenaran serta menyebarkan kerusakan di bumi.


Allah berfirman
,
ูˆَู„َุง ุชَุฃْูƒُู„ُูˆุง ุฃَู…ْูˆَุงู„َูƒُู…ْ ุจَูŠْู†َูƒُู…ْ ุจِุงู„ْุจَุงุทِู„ِ ูˆَุชُุฏْู„ُูˆุง ุจِู‡َุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุญُูƒَّุงู…ِ ู„ِุชَุฃْูƒُู„ُูˆุง ูَุฑِูŠู‚ًุง ู…ِู†ْ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِุงู„ْุฅِุซْู…ِ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ/188]


“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (Al-Baqarah: 188).

Dalam sebuah hadits marfu’ riwayat Abu Hurairah disebutkan,


ู„َุนَู†َ ุงู„ู„ู‡ُ ุงู„ุฑَّุงุดِูŠْ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุชَุดِูŠْ ูِูŠ ุงู„ْุญُูƒْู…ِ.

“Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam (urusan) hukum.”( Hadits riwayat Imam Ahmad, 2/387; Shahihul Jami’, 5069.)
Adapun jika tak ada jalan lain lagi selain suap untuk mendapatkan kebenaran atau menolak kezhaliman maka hal itu tidak termasuk dalam ancaman tersebut.
Saat ini, suap-menyuap sudah menjadi kebiasaan umum. Bagi sebagian pegawai, suap menjadi (income) pemasukan yang hasilnya lebih banyak dari gaji yang mereka peroleh. Untuk urusan suap menyuap, banyak perusahaan dan kantor yang mengalokasikan dana khusus. Berbagai urusan bisnis atau mu’amalah lainnya, hampir semua dimulai dan diakhiri dengan tindakan suap. Ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi orang-orang miskin. Karena adanya suap, undang-undang dan peraturan menjadi tak berguna lagi. Soal suap pula yang menjadikan orang yang berhak diterima sebagai karyawan digantikan oleh mereka yang tidak berhak.
Dalam urusan administrasi misalnya, pelayanan yang baik hanya diberikan kepada mereka yang mau membayar. Adapun yang tidak membayar, ia akan dilayani asal-asalan, diperlambat atau diakhirkan. Pada saat yang sama, para penyuap yang datang belakangan, urusannya selesai lebih dahulu.
Karena soal suap-menyuap, uang yang mestinya milik mereka yang bekerja, bertukar masuk ke dalam kantong orang lain. Disebabkan oleh hal ini, juga hal lain maka tak heran jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memohon agar orang-orang yang memiliki andil dalam urusan suap-menyuap semuanya dijauhkan dari rahmat Allah.
Dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhu, ia berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

ู„َุนْู†َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฑَّุงุดِูŠْ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุชَุดِูŠْ

“Semoga laknat Allah atas penyuap dan orang yang disuap.”( Hadits riwayat Ibnu Majah , 2313; Shahihul Jami’, 5114.)

Memahami Syukur

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah beliau sampai hari kiamat.

Kaum muslimin yang kami muliakan, sesungguhnya segala kebaikan dan kenikmatan yang ada pada kita adalah karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:


ูˆَู…َุง ุจِูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†ِุนْู…َุฉٍ ูَู…ِู†َ ุงู„ู„ู‡ِ (53)
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)…” (QS. An-Nahl: 53)


Betapa melimpahnya kenikmatan yang Allah Ta’ala berikan kepada kita, yang tidak terhingga jumlahnya. Allah memberikan kita kehidupan, kesehatan, makanan, minuman, pakaian dan begitu banyak nikmat yang lainnya. Jika kita berusaha menghitung nikmat yang Allah karuniakan kepada kita, niscaya kita tidak akan mampu menghitungnya. Allah Ta’ala berfirman:


ูˆَุฅِู†ْ ุชَุนُุฏُّูˆْุง ู†ِุนْู…َุฉَ ุงู„ู„ู‡ِ ู„ุงَ ุชُุญْุตُูˆْู‡َุง (18)
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” (QS. An-Nahl: 18).


Kebaikan Yang Hakiki Hanya Ada Pada Seorang Mukmin


Kaum muslimin yang kami muliakan, seorang muslim sejati tidak pernah terlepas dari tiga keadaan yang merupakan tanda kebahagiaan baginya, yaitu bila dia mendapat nikmat maka dia bersyukur, bila mendapat kesusahan maka dia bersabar, dan bila berbuat dosa maka dia beristighfar. (Qowa’idul Arba’, hal. 01)

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Bagaimanapun keadaannya, dia tetap masih bisa meraih pahala yang banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


ุนَุฌَุจًุง ِู„ุฃَู…ْุฑِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ ุฅู†َّ ุฃَู…ْุฑَู‡ُ ูƒُู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ุฎَูŠْุฑٌ ูˆَู„َูŠْุณَ ุฐَู„ِูƒَ ِู„ุฃَุญَุฏٍ ุฅِู„ุงَّ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ، ุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَุชْู‡ُ ุณَุฑَّุงุกُ ุดَูƒَุฑَ ูَูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُ، ูˆَุฅِู†ْ ุฃَุตَุงุจَุชْู‡ُ ุถَุฑَّุงุกُ ุตَุจَุฑَ ูَูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑุงً ู„َู‡ُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).


Kelapangan Hidup Merupakan Bagian Dari Ujian


Merupakan sunnatullah bahwasanya Allah Ta’ala telah menentukan ujian dan cobaan bagi para hamba-Nya. Mereka akan diuji dengan berbagai macam ujian, baik dengan sesuatu yang disenangi oleh jiwa berupa kemudahan dalam hidup atau kelapangan rizki, dan juga akan diuji dengan perkara yang tidak mereka sukai, berupa kemiskinan, kesulitan, musibah atau yang lainnya.

Allah Ta’ala berfirman:


ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ูˆَู†َุจْู„ُูˆْูƒُู…ْ ุจِุงู„ุดَّุฑِّ ูˆَุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِุชْู†َุฉً ูˆَุฅِู„َูŠْู†َุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆْู†َ (35)
“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)


‘Abdullah ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Maksudnya, Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan maksiat, serta petunjuk dan kesesatan. (Tafsiir ath-Thabari, IX/26, no. 24588).


Inilah sunnatullah yang berlaku pada para hamba-Nya. Oleh karena itulah, kita melihat manusia ini berbeda kondisi kehidupannya. Ada yang hidup dengan harta yang melimpah, fasilitas dan kedudukan. Ada juga yang ditakdirkan hidup sederhana lagi pas-pasan. Bahkan ada juga yang hidup fakir miskin dan tidak punya apa-apa.
Segala nikmat yang Allah berikan kepada kita adalah ujian bagi kita, apakah kita akan menjadi hamba-Nya yang bersyukur ataukah menjadi orang yang kufur. Sungguh benar apa yang diucapkan oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam tatkala mendapatkan nikmat, beliau mengatakan


ู‡َุฐَุง ู…ِู†ْ ูَุถْู„ِ ุฑَุจِّูŠْ ู„ِูŠَุจْู„ُูˆَู†ِูŠْ ุฃَุฃَุดْูƒُุฑُ ุฃَู…ْ ุฃَูƒْูُุฑُ ูˆَู…َู†ْ ุดَูƒَุฑَ ูَุฅِู†َّู…َุง ูŠَุดْูƒُุฑُ ู„ِู†َูْุณِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ูƒَูَุฑَ ูَุฅِู†َّ ุฑَุจِّูŠْ ุบَู†ِูŠٌّ ูƒَุฑِูŠْู…ٌ (40)
“Ini termasuk karunia dari Rabb-ku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur ataukah mengingkari (nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabb-ku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An-Naml: 40).


Syukur Adalah Sifat Mulia Para Nabi


Sesungguhnya para nabi dan rasul ‘alaihimush sholatu was salam adalah manusia pilihan Rabb semesta alam, yang diutus ke dunia sebagai suri tauladan bagi umatnya. Mereka adalah manusia terdepan dalam setiap amal kebajikan. Salah satu sifat yang sangat menonjol pada mereka adalah senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah limpahkan pada mereka. Allah Ta’ala banyak menceritakan keutamaan mereka dalam al-Qur’an sebagai teladan bagi kita. Allah ‘Azza wa Jalla menyanjung Nabi Nuh ‘alaihis salamdengan firman-Nya:


ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุนَุจْุฏًุง ุดَูƒُูˆْุฑًุง (3)
“Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” (QS. Isra’: 3)


Al-Bukhari dan Muslim menceritakan di dalam kitab Shahih-nya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambangun shalat malam hingga kedua kaki beliau bengkak. Lalu istri beliau, yaitu ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhabertanya, ”Mengapa Anda melakukan ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang dulu maupun yang akan datang?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:


ุฃَูَู„ุงَ ุฃَูƒُูˆْู†ُ ุนَุจْุฏًุง ุดَูƒُูˆْุฑًุง
”Tidak pantaskah jika aku menjadi hamba yang bersyukur?” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4837 dan Muslim, no. 2820)


Hakikat Syukur


Syukur adalah akhlaq yang mulia, yang muncul karena kecintaan dan keridho’an yang besar terhadap Sang Pemberi Nikmat. Syukur tidak akan mungkin bisa terwujud jika tidak diawali dengan keridho’an. Seseorang yang diberikan nikmat oleh Allah walaupun sedikit, tidak mungkin akan bersyukur kalau tidak ada keridho’an. Orang yang mendapatkan penghasilan yang sedikit, hasil panen yang minim atau pendapatan yang pas-pasan, tidak akan bisa bersyukur jika tidak ada keridho’an. Demikian pula orang yang diberi kelancaran rizki dan harta yang melimpah, akan terus merasa kurang dan tidak akan bersyukur jika tidak diiringi keridho’an.
Kaum muslimin yang kami muliakan, syukur yang sebenarnya tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan“alhamdulillah”. Namun hendaknya seorang hamba bersyukur dengan hati, lisan dan anggota badannya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah, “Syukur (yang sebenarnya) adalah dengan hati, lisan dan anggota badan. (Minhajul Qosidin, hal. 305)


Adapun tugasnya hati dalam bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla adalah

Pertama : Mengakui dan meyakini bahwa nikmat tersebut semata-mata datangnya dari Allah Ta’ala dan bukan dari selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman: “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)…” (QS. An-Nahl: 53). Meskipun bisa jadi kita mendapatkan nikmat itu melalui teman kita, aktivitas jual beli, bekerja atau yang lainnya, semuanya itu adalah hanyalah perantara untuk mendapatkan nikmat.

Kedua : Mencintai Allah Ta’ala yang telah memberikan semua nikmat itu kepada kita.

Ketiga : Meniatkan untuk menggunakan nikmat itu di jalan yang Allah ridhai.
Adapun tugasnya lisan adalah memuji dan menyanjung Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut pada kita. Sementara tugasnya anggota badan adalah menggunakan nikmat tersebut untuk mentaati Dzat yang kita syukuri (yaitu Allah Ta’ala) dan menahan diri agar jangan menggunakan kenikmatan itu untuk bermaksiat kepada-Nya.


Semoga Allah Ta’ala memberikan pertolongan-Nya kepada kita untuk mensyukuri nikmat-Nya dan menjadikan kita hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Membaca Al Qur'an di Sisi Kubur

Yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita, sebagian yang ziarah kubur sering membawa Qur’an –terutama surat Yasin-, lalu membacanya di sisi kubur. Kita sepakat bahwa Al Qur’an adalah kalamullah dan surat Yasin adalah surat yang baik, mengandung pelajaran dan hikmah-hikmah penting di dalamnya. Namun apakah ketika ziarah kubur dituntunkan demikian? Ataukah ada tuntunan atau ajaran lainnya dari Rasul kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?


Mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah ditanya, “Apakah membaca Al Qur’an di sisi kubur termasuk amalan yang tidak dituntunkan khususnya surat Fatihah dan Al Baqarah? Karena setahu saya setelah membaca kitab Ar Ruh karya Ibnul Qayyim bolehnya membaca Qur’an ketika pemakaman mayit dan setelah pemakaman. Beliau menyebutkan bahwa para salaf menasehati agar membaca Al Qur’ah ketika pemakaman.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,

Membaca Al Qur’an di sisi kubur adalah di antara amalan yang tidak dituntunkan sehingga tidak boleh kita lakukan. Kita tidak boleh pula shalat di sisi kubur karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukan seperti itu. Begitu pula hal tersebut tidak pernah dituntunkan oleh khulafaur rosyidin (Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali, -pen). Karena amalan tadi hanyalah dilakukan di masjid dan di rumah sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ุงุฌْุนَู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุตَู„ุงَุชِูƒُู…ْ ูِู‰ ุจُูŠُูˆุชِูƒُู…ْ ูˆَู„ุงَ ุชَุชَّุฎِุฐُูˆู‡َุง ู‚ُุจُูˆุฑًุง

“Jadikanlah shalat kalian di rumah kalian dan jangan jadikan rumah tersebut seperti kubur” (HR. Bukhari no. 432 dan Muslim no. 777). Hadits ini menunjukkan bahwa kubur bukanlah tempat untuk shalat dan juga bukan tempat untuk membaca Al Qur’an.  Amalan yang disebutkan ini merupakan amalan khusus di masjid dan di rumah. Yang hendaknya dilakukan ketika ziarah kubur adalah memberi salam kepada penghuninya dan mendoakan kebaikan pada mereka.[1]

Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah penguburan mayit, beliau berhenti di sisi kubur dan berkata,

ุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆุง ู„ุฃَุฎِูŠูƒُู…ْ ูˆَุณَู„ُูˆุง ู„َู‡ُ ุงู„ุชَّุซْุจِูŠุชَ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุงู„ุขู†َ ูŠُุณْุฃَู„ُ

“Mintalah ampun pada Allah untuk saudara kalian dan mintalah kekokohan (dalam menjawab pertanyaan kubur). Karena saat ini ia sedang ditanya” (HR. Abu Daud no. 2758. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Beliau sendiri tidak membaca Al Qur’an di sisi kubur dan tidak memerintahkan untuk melakukan amalan seperti ini..

Memang diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar -jika  riwayat tersebut shahih- bahwa beliau melakukan seperti itu, alasan ini tidak bisa dijadikan pendukung. Karena yang namanya ibadah ditetapkan dari sisi Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam atau dari Al Qur’an. Perkataan sahabat tidak selamanya menjadi pendukung, begitu pula selainnya selain khulafaur rosyidin. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai khulafaur rosyidin,

ูَุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุจِุณُู†َّุชِู‰ ูˆَุณُู†َّุฉِ ุงู„ْุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠู†َ ุงู„ْู…َู‡ْุฏِูŠِّูŠู†َ ุนَุถُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡َุง ุจِุงู„ู†َّูˆَุงุฌِุฐِ

“Wajib atas kalian berpegang tegus dengan ajaranku dan juga ajaran khulafaur rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah kuat-kuat ajaran tersebut dengan gigi geraham kalian” (HR. Tirmidzi no. 2676 dan Ibnu Majah no. 42. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih). Ajaran khulafaur rosyidin bisa jadi pegangan selama tidak menyelisihi ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar dan sahabat lainnya, maka itu tidak selamatnya  bisa menjadi pegangan dalam hal ibadah. Karena sekali lagi, ibadah adalah tauqifiyah, mesti dengan petunjuk dalil. Ibadah itu tauqifiyyah, diambil dari Al Qur’an dan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.

Adapun perkataan Ibnul Qayyim dan sebagian ulama lainnya, itu tidak bisa dijadikan sandaran. Dalam masalah semacam ini hendaklah kita berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah. Amalan yang menyelisihi keduanya adalah amalan tanpa tuntunan. Jadi, kita tidak boleh shalat di sisi kubur, membaca Al Qur’an di tempat tersebut, berthawaf mengelilingi kubur, dan tidak boleh pula berdo’a kepada selain Allah di sana. Tidak boleh seorang muslim pun beristighotsah dengan berdo’a kepada penghuni kubur atau si mayit. Tidak boleh pula seseorang bernadzar kepada penghuni kabar karena hal ini termasuk syirik akbar. Sedangkan berdo’a di sisi kubur atau berdo’a pada Allah di sisi kubur termasuk amalan yang mengada-ngada.

Lalu Syaikh rahimahullah ditanya oleh salah satu muridnya, “Apalah Imam Ahmad telah rujuk secara perbuatan dari pendapat yang membolehkan berdo’a di sisi kubur? Jazakumullah khoiron, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

Diriwayatkan mengenai hal ini, namun aku sendiri tidak mengetahui keshahihannya seandainya  beliau rujuk. Namun jika beliau membolehkannya (berdo’a di sisi kubur), maka beliau keliru, sama halnya dengan ulama lainnya. Dan Ibnu ‘Umar sendiri lebih afdhol dari Imam Ahmad.  Sekali lagi, pegangan kita dalam ibadah adalah dalil Al Qur’an dan As Sunnah.

Allah Ta’ala berfirman,

ูَุฅِู†ْ ุชَู†َุงุฒَุนْุชُู…ْ ูِูŠ ุดَูŠْุกٍ ูَุฑُุฏُّูˆู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขَุฎِุฑِ ุฐَู„ِูƒَ ุฎَูŠْุฑٌ ูˆَุฃَุญْุณَู†ُ ุชَุฃْูˆِูŠู„ًุง

“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa’: 59).

ูˆَู…َุง ุงุฎْุชَู„َูْุชُู…ْ ูِูŠู‡ِ ู…ِู†ْ ุดَูŠْุกٍ ูَุญُูƒْู…ُู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ

“Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (dikembalikan) kepada Allah.” (QS. Asy Syura: 10).

ูˆَู…َุง ุขَุชَุงูƒُู…ُ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ُ ูَุฎُุฐُูˆู‡ُ ูˆَู…َุง ู†َู‡َุงูƒُู…ْ ุนَู†ْู‡ُ ูَุงู†ْุชَู‡ُูˆุง

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah.” (QS. Al Hasyr: 7). Amalan ini adalah permasalahan ibadah dan permasalah yang urgent sehingga seharusnya setiap muslim kembalikan pada ajaran Al Qur’an dan As Sunnah yang suci.

Ada yang bertanya lagi pada Syaikh Ibnu Baz, “Apakah engkau berpegang pada madzhab tertentu?”

Beliau rahimahullah menjawab, “Fatwa yang kukeluarkan tidaklah berdasarkan pada madzhab tertentu, aku tidak berpegang pada madzhab Imam Ahmad dan imam lainnya. Yang selalu jadi peganganku adalah firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baik pendapat tersebut terdapat pada madzhab Ahmad, Syafi’i, Malik, Abu Hanifah, atau Zhohiriyah atau pada sebagian ulama salaf di masa silam. Yang selalu jadi peganganku adalah dalil Al Qur’an dan As Sunnah. Saya tidak selalu berpegang pada madzhab Hambali atau madzhab lainnya. Sandaranku sekali lagi adalah pada firman Allah dan sabda Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan yang menjadi petunjuk dari kedua dalil tersebut dalam berbagai hukum. Inilah kewajiban yang harus diikuti setiap penuntut ilmu.

[Referensi: http://www.ibnbaz.org.sa/mat/9920]

Fatwa di atas mengajarkan pada kita suatu pedoman yang penting dalam beragama. Hendaknya kita berpegang teguh pada dalil. Perkataan ulama atau ulama madzhab tidak selamanya bisa menjadi pegangan jika menyelisihi ajaran Al Qur’an dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini berbeda dengan sikap sebagian orang yang terlalu fanatik buta pada madzhab tertentu. Padahal para imam madzhab sendiri tidak memerintahkan kita untuk ikut pendapatnya, yang mereka anjurkan adalah ikutilah dalil.

Imam Abu Hanifah dan muridnya Abu Yusuf berkata, “Tidak boleh bagi seorang pun mengambil perkataan kami sampai ia mengetahui dari mana kami mengambil perkataan tersebut (artinya sampai diketahui dalil yang jelas dari Al Quran dan Hadits Nabawi, pen).”[2]

Imam Malik berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia yang bisa keliru dan benar. Lihatlah setiap perkataanku, jika itu mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka ambillah. Sedangkan jika itu tidak mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka tinggalkanlah.[3]

Imam Abu Hanifah dan Imam Asy Syafi’i berkata, “Jika hadits itu shahih, itulah pendapatku.”[4]

Imam Asy Syafi’i berkata, “Jika terdapat hadits yang shahih, maka lemparlah pendapatku ke dinding. Jika engkau melihat hujjah diletakkan di atas jalan, maka itulah pendapatku.”[5]

Terdapat riwayat shahih dari Imam Asy Syafi’i, beliau sendiri mengatakan, “Jika ada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelisihi pendapatku, maka beramallah dengan hadits tersebut dan tinggalkanlah pendapatku.” Dalam riwayat disebutkan, “Pendapat (yang sesuai hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) tersebut itulah sebenarnya yang jadi pendapatku.” Perkataan ini disebutkan oleh Al Baihaqi, beliau mengatakan bahwa sanadnya shahih[6].

Imam Ahmad berkata, “Barangsiapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia berarti telah berada dalam jurang kebinasaan.”[7]

Sekali lagi ulama dan imam madzhab bukanlah Rasul yang setiap perkataannya harus diikuti, apalagi jika menyelisihi  dalil. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Adapun menyatakan bahwa wajib mengikuti seseorang dalam setiap perkataannya tanpa menyebutkan dalil mengenai benarnya apa yang ia ucapkan, maka ini adalah sesuatu yang tidak tepat. Menyikapi seseorang seperti ini sama halnya dengan menyikapi rasul semata yang selainnya tidak boleh diperlakukan seperti itu.”[8]