Namaku D, aku dipaksa kawin demi kelancaran bisnis orang tuaku. Istriku
dari keluarga kaya, menghabiskan uang bapaknya terus, dan tidak pernah
menghargaiku. Setelah 3 tahun kawin tanpa anak, aku pilih cerai dan
pergi dari kota asalku B. Aku sebagai insinyur arsitek kemudian bekerja
di kota J sebagai pemborong kecil-kecilan. Aku juga bekerja sebagai
asisten di Universitas T. Dalam umur 31 tahun ini, barulah aku merasakan
hidup bebas, meskipun...